Rabu, 28 Maret 2012

Apakah Indonesia sudah termasuk negara demokratis


Demokrasi mungkin kata yang tidak asing lagi bagi kita, bahkan mereka yang masih  kecilpun sering mengucapkan kata ini jika di antara mereka terdapat perbedaan  pendapat. Tidak sedikit dari kita yang mengatakan bahwa dihargainya perbedaan pendapat, perbedaan agama , kebebasan individu dan lain sebagainya sudah menjadi indikasi bahwa Negara tersebut adalah Negara demokrasi, tanpa menelusuri demokrasi yang bagaimanakah Indonesia ini. Menurut survey nasional tim asia foundation tahun 2000 memberi indikasi bahwa sekitar 60% dari sampel nasional penduduk warga Negara Indonesia belum memahami konsep, prinsip, dan proses demokrasi secara utuh.
Lalu demokrasi yang bagaimanakah Indonesia ini , ala Polybioskah ? atau Indonesia sudah bangga dengan demokrasi ala Aristotelesnya ?
Sebelum memberi kesimpulan mengenai demokrasi ala siapakah Indonesia ini. terlebih dahulu kita harus mengetahui apa yang menjadi indikator Negara tersebut dikatakan Demokrasi yang baik dan bagaimanapula fakta yang terjadi dilapangan.
Amien Rais mengemukakan bahwa untuk menilai suatu Negara itu Demokratis atau tidak diantaranya adalah persamaan kedudukan di depan hukum, distribusi pendapatan secara adil, kesempatan untuk memperoleh pendidikan, kebebasan berpendapat, kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama, dan lain sebagainya. Dilihat dari teorinya, Demokrasi adalah bentuk Negara yang sangat diidam-idamkan masyarakat Indonesia . Namun haruskah masyarakat indonesia bangga dengan fakta bahwa 31, 02% masyarakat Indonesia  di tahun 2010 masih dibawah garis kemiskinan itukah yang disebut distribusi pendapatan yang adil? Fakta bahwa Hukum Indonesia seperti SpiderWeb (jaring laba-laba) yang kuat menjaring rakyat kecil tetapi lemah dalam menjaring orang-orang yang kuat, itukah yang dinamakan persamaan kedudukan didepan hukum?fakta bahwa masih banyaknya anak-anak Indonesia tidak dapat mengenyam dunia pendidikan, itukah yang dinamakan persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan? Fakta bahwa  betapa menjijikannya tingkah salah satu wakil rakyat kita yang menonton  adegan yang tidak senonoh disaat rapat Paripurna.  Masih banyak fakta-fakta lain yang membuktikan bahwa rakyat Indonesia bulumlah dapat dikatakan  sejahtera.
Lalu Demokrasikah Indonesia? Jawabannya iya, Indonesia adalah nagara Demokrasi ala Aristoteles yakni Negara yang pemerintahannya dipegang atas nama rakyat, tetapi sifat pemerintahannya jelek, karena pemerintahan hanya ditujukan intuk kepentingan sipemegang kekuasaan saja.
Bagi Pemerintah, Demokrasi bukan lah hanya sekedar pemilihan umum yang bebas dan fair, adanya hak untuk menjadi calon suatu jabatan, dan adanya hak dipilih dan memilih saja. Pemerintah semestinya belum dapat bangga dengan kinerja pemerintahan saat ini, dengan obral sana sini bahwa Negara kita adalah Negara demokrasi yang hanya di ukur dari proses pemerintahan saja. Tetapi kata Demokrasi bisa dimiliki secara utuh oleh  bangsa Indonesia jika tujuan Negara yang terdapat dalan pembukaan UUD 1945 yakni mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terlaksana. Tentunya   peran  pemerintah dalam mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945 ini sangat dominan demi mewujudkan Negara Demokrasi yang seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar